Pesta Pernikahan Syar’i

Ahad, 8 Maret 2014

Gedung PTIK -  Jl. Tirtayasa Raya No. 6 Melawai Kebayoran Baru Jakarta Selatan DKI Jakarta

Gedung PTIK – Jl. Tirtayasa Raya No. 6 Melawai Kebayoran Baru Jakarta Selatan DKI Jakarta

Alhamdulillah, akhirnya dapet kesempatan untuk menghadiri walimah pernikahan yang islami. Dulu aku kerja di sebuah tempat video shooting wedding kenamaan di Jakarta, daerah cililitan. Visi PH tersebut “Menjadikan Perusahaan penyedia jasa yang terpadu terbesar dan terbaik di industry pernikahan Indonesia.” Hehehe, masih inget visi-nya, Karena tiap pagi sebelum kerja selalu ada briefing dan didalam briefing tersebut ada pengucapan visi ini secara berjaamah. Tapi seumur-umur kerja di ph wedding ini belum pernah ngeliput walimah pernikahan yang islami.

Walimatul ‘ursy yang syar’i selalu saya dapatkan gambarannya saat diceritakan oleh teman-teman yang pernah menghadiri acara tersebut ataupun yang telah mengalaminya sendiri. Gambaran secara umum, dapat dideskripsikan sebagai berikut : Mempelai Pria dan perempuan di pisah, jadi gak satu stage, dibatasi oleh skat. Nah, mempelai pria dengan orang tua laki-laki dari kedua belah pihak (3 orang) . Disudut sebelah kanan/kiri antar sekat itu mempelai pria bersama orang tua wanita dari kedua belah pihak (3 orang), lalu dipernikahan tersebut gak ada music yang dinyanyikan oleh para biduan yang seksi, dengan rok mini dan make-up yang tebal seperti ondel-ondel, lalu berjoged dengan harapan dapet saweran. Dan meminta pak rt atau pak lurah naek ke atas panggung. “Saweran-nya pak luraaah.”

posisi pe

kondisi mempelai sejajar dengan tamu .

Sekitar pukul setengah 11 aku dan temanku, bang epul (pemilik percetakan ananda di blok m, lantai basement), sampai di gedung PTIK. Ketika masuk gedung, ada dua pintu masuk, sebelah kiri untuk ikhwan (laki-laki) dan sebelah kanannya untuk akhwat (perempuan). Kita masuk ke yang sebelah kiri, nulis di buku tamu, lalu dapet souvenir berupa buku kecil (note book), bisa dimasukkan kedalam saku baju. Aku pun mendapatkannya, sementara bang epul mengembalikannya kembali kepada salah seorang pagar bagus disana, seraya berkata : “buat yang lain aja, saya yang bikinnya.” Haha , aku pun spontan tertawa. Aku lupa bahwa bang epul punya percetakan.

souvenir buku saku imam &  ami

souvenir buku saku imam & ami

souvenir buku saku imam & ami, manfaat banget.

souvenir buku saku imam & ami, manfaat banget.

Ketika masuk ruangan, biasanya kita lihat poto-poto prewedding. Namun tidak dipernikahan ini, stand-stand stager buat memampang poto prewedding diganti menjadi tulisan-tulisan yang bermanfaat seperti kutipan do’a dari al-quran. Masuk langsung menyalami pengantin dan mendoakannya, pakaian pengantin pun tetap syar’i. berpakaian tidak isbal. Pengantin pria berada di tengah, diapit kedua orang tua laki-laki (ortu kandung dan mertua). Setelah salaman, lalu mengambil makan. Ketika makan dan kita melihat pemandangan sekitar, banyak orang yang memakai pakaian diatas mata kaki dan berjenggot lebat, bahkan ada yang menggunakan pakaian gamis khas Saudi dengan kuffiyeh diikat dikepalanya, begitu juga dengan anaknya yang ia dandani seperti itu (pakai gamis diatas mata kaki). Ada pula, bule belanda yang berjanggut  lebat dan panjang dan memakai baju gamis konon katanya bertempat tinggal di cilandak. Ketika kita berada disana, kita menganggap itu sebagai pemandangan yang lumrah. Tidak ada yang aneh. Kalo ditempat lain, mungkin bakal jadi pusat perhatian.

biasanya kita lihat yang dipamapang adalah poto prewedding, namun disini tidak ada satupun poto prewedding kedua mempelai, yang ada hanyalah kata-kata mutiara yang bersumber dari alquran dan as-sunnah.

biasanya kita lihat yang dipamapang adalah poto prewedding, namun disini tidak ada satupun poto prewedding kedua mempelai, yang ada hanyalah kata-kata mutiara yang bersumber dari alquran dan as-sunnah.

IMG-20140308-01337

Didalam ruangan itu benar-benar tidak ada wanita sama sekali, kecuali anak-anak yang dibawa oleh bapaknya atau keluarganya. Ketika makan dan berbincang-bincang dengan tamu lainnya, aku bertemu dengan bapak-bapak tua yang bekerja di perusahaan pembuat garbarata (belalai yang digunakan di airport cengkareng untuk penumpang masuk kedalam pesawat). Beliau asli Palembang dan merupakan tamu dari pihak mempelai wanita. Beliau terpisah dengan istrinya. Namun ini hal yang biasa bagi beliau. Bapak beranak tiga ini menceritakan bahwasannya sebelumnya beliau pernah juga menghadiri acara pernikahan dengan konsep ini. beliau bercerita, “biasanya yang kaya gini tu pernikahan orang-orang arab.” Namun aku menimpalinya bahwasannya sebenarnya inilah yang disebut pernikahan islami, bukan hanya budaya arab. Namun kembali bapak itu menimpali. “kalo pernikahan islami, makannya duduk. Kaya di Malaysia, jadi undangannya di pas dengan tempat duduknya. Sehingga para pelayan yang akan datang memberikan makanan kemeja tamu. Bahkan acara batak aja makannya duduk, disediakan meja panjang.”

Masih berbincang-bincang dengan bapak berambut putih tersebut, yang aku tak tahu siapa namanya. Saat itu aku melihat 2 orang petugas yang berjalan diacara tersebut sambil membawa papan pengumuman bertuliskan nama seorang tamu. Lalu aku memberitahukan apa yang aku lihat ini kepada bapak sebelahku ini. karena ini pemandangan yang unik menurutku, karena pemandangan ini belum pernah aku lihat di acara apapun sebelumnya. Namun bapak itu menimpalinya, ini kaya acara di hotel. Jadi fungsi orang tersebut adalah untuk memanggil para bapak-bapak atau tamu-tamu yang dimana datang bersamaan ke walimahan ini, namun terpisah di acara karena beda ruangan. Misalnya si ibu (pasangan dari bapak yang dituliskan di pengumuman tersebut sudah selesai di ruang akhwat), beliau menghubungi juru pengumuman tersebut dan menuliskan nama pasangan-nya di papan tersebut. Setelah itu, juru pengumuman ini berputar-putar di ruangan ikhwan untuk mencari pasangan si ibu tadi. Petugas ini selain membawa papan pengumuman dia membawa lonceng pula, untuk menarik perhatian orang. Agar orang-orang melihatnya. Hal ini sangat penting, mengingat tidak semua orang punya pulsa didalam hapenya, meskipun hapenya canggih, atau belum tentu semua orang yang memiliki pulsa banyak di handphone-nya memiliki sinyal (kadang diacara-acara atau tempat-tempat tertentu sinyal suka susah). Teringat kisah ibuku dizaman dahulu kala, sebelumnya beliau juga sempat menghadiri acara walimahan yang syar’I seperti ini. beliau menghadirinya di gedung armed, cimahi. Pada saat itu, hape belum marak seperti ini. jadi sistemnya seperti ini : orang-orang yang telah selesai makan/ memenuhi hajatnya di ruangan tersebut mereka keluar dan langsung menghubungi juru pengumuman. Setelah selesai menuliskan nama orang yang dicari, mereka tinggal menunggu. Sementara nama orang yang dicari akan langsung diumumkan di sebuah toa (speaker yang moncong keluar, seperti bunga kucubung).

petugas yang bertugas memanggil tamu, membawa papan nama dan lonceng.

petugas yang bertugas memanggil tamu, membawa papan nama dan lonceng.

Pelajaran yang didapatdari acara ini adalah ; ternyata sejak dahulu telah ada yang menjalankan sunnah ini di Indonesia. Namun acara-acara seperti ini merupakan sebuah acara yang asing, orang-orang terheran-heran, kenapa harus dipisah. Ini adalah ajaran islam yang lurus, dimana pelanggaran berupa ikhtilat sangat diperhatikan. Begitu juga sebagian komentar, “kok gak ada poto prewedding-nya sih.” Ini juga merupakan sebuah keistimewaan acara ini yang menujukkan bahwa kedua mempelai adalah orang yang berilmu. Budaya prewedding adalah budaya yang di import dari dunia barat yang tidak sesuai dengan budaya timur, bahkan tidak sesuai dengan fitrah manusia. Memajang fotonya di resepsi, berarti dia rido wajah istrinya dilihat oleh laki-laki lain dan orang lain tersebut menikmatinya. Ini menunjukan ketidakemburuannya seorang laki-laki dan ini hal yang buruk. Ketika sesi prewedding pun terjadi pelanggaran, pada umumnya pasangan yang melakukan poto prewedding melakukan saling bersentuhan dalam berpose, baik disuruh oleh fotografer ataupun tidak. Sementara bersentuhannya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, merupakan sebuah pelanggaran yang mendapatkan ancaman yang sangat berat. Semoga akhi iman dan ukhti ami diberkahi pernikahan dan keluarganya jugadijadikan keluarga yang sakinah, Karena telah memulai langkah awal pernikahannya dengan sesuatu yang baik. Aamiin .

 

*di beberapa hari sebelumnya, ketika aku diundang untuk mendatangi acara ini oleh pengantin pria. aku bertanya padanya apakah orang tua-nya tidak keberatan dengan konsep pernikahan seperti ini ?. Beliau menjawab alhamdulillah setuju walaupun dengan perdebatan panjang. Ketika aku bertanya lagi, “antum kali ya orang pertama dalam keluarga yang nikahannya kaya gini, beda sendiri. haha”, beliau menjawab dengan mantapnya. “betul akh. Pertama dan in syaa allah pembuat tren.”

Tambahan info :

  1. Ide souvenir pernikahan unik menarik, klik disini :
    http://bit.ly/souvenir_unik
  2. video cara mengemas souvenir sendiri, klik link ini : http://bit.ly/kemassouvenir
  3. referensi video muslim wedding invitation, bisa klik disini

syukran jazilan ala husni istimamikum wa ihtimamikum 😀
subhanaka allahumma wa bihamdik asyhad alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayhi.

48 thoughts on “Pesta Pernikahan Syar’i

  1. intan permata says:

    Saya dan suami dulu nikahnya jg seperti ini digedung terpisah, undangan makan ga ada yg berdiri disediakan meja dan kursi, tdk ada musik,tarian2…mirip sekali….senang rasanya bisa menikah dgn cara sar’iy….

    • alhamdulillah, selamat ya mbak . semoga jadi keluarga yang sakinah dan diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah. semoga diberkahi pernikahan dan keluarganya . aamiin .

  2. diahdwiarti says:

    kl makan di kursi itu jg ada acara piring terbang. cm kl piring terbangan ga jamin syari sbb kdg msh ada penyanyinya. kl zmn dulu namanya usdek. unjukan, snack, daharan, es, kondur (minuman, snack, makan utama, es, pulang).

  3. Ummu 'Arnadas says:

    masyaAllah… It was my bff wedding and I wasn’t there… When I was reading this post, it felt like…oh my… Sedih lagi gak bisa dateng…. Btw…this post is so great. Well done

  4. nida says:

    bismillah.
    Boleh minta kontak EO yg menyelenggarakan ini ?

  5. farida says:

    Subhanallah..

  6. Etty Sunanti says:

    Insya Allah.. Afada Wedding Muslim sudah terbiasa melaksanakan event seperti itu.
    Mau Islami dan Syar’ie silahkan kontak Afada 08123026407 http://www.weddingafada.com

  7. Fitri Gamelia says:

    teh, jadi pas resepsi itu, pengantin laki sama perempuannya dipisah, begitu juga tamunya?
    iya juga sih, baru tau resepsi pernikahan islam kayak gitu,
    masuk akal juga, kan pengantin perempuan bakal didandanin cantik jadi pengantin cowok nya juga gak mau biarin laki2 lain kecantikan istrinya… waah so sweeet~~~

  8. shofie says:

    Assalamu’alaykum..

    Ana senang dg adanya pernikahan seperti ini..
    Berusaha menerapkan syariat dalam pernikahan..
    Namun ‘Afwan mungkin satu hal yg terlupakan..
    Mengapa menggunakan lonceng untuk memberi kode tatkala memanggil Pasangan dari Tamu yg sudah selesai urusan??
    Bukankah lonceng adalah Tasyabbuh?

    Koreksi Ana jika keliru..

  9. Andi Iwan says:

    wahhhhh…. pengen kayak gini jg… thanks gan.. banyak dapat inspirasi dri sini… (Y)

  10. sarah says:

    Maa syaa’ Allaah ternyata ini Walimahan nya kak ami kmrn.. ini Walimahan yg syar’i yg ke tiga yg udah di datangi.. selalu suka dgn konsep walimahan seperti ini

  11. peta says:

    wew, di gedung y.. saya rasa bs disederhanakan lgi.

    • bisa mas, tergantung budget. kalo ada rejeki, kaya gini gak apa-apa. bagus malahan, jadi banyak yang hadirnya dan mengaturnya pun mungkin lebih leluasa, beres acara tinggal pulang. mungkin itu salah satu alsasannya.

  12. binti says:

    ndak mesti di gedung, kok… dirumah jg bisa, klu yg sering sy lht, d rmh, mempelai wanita di dalam rumah, mempelai laki2 di luar rumah…

  13. nikaAw says:

    hwaaoooooo…..indah yaaa…

  14. aira says:

    Masya Allah .. sangat menginspirasi .. Barakallah untuk kedua mempelai .. Sungguh islam sangat indah , semoga suatu hari nanti bisa menjalankan pernikahan syar’i dengan calon imam yang sepaham .. Like banget

  15. ima says:

    wihhhhh cakeppppp…
    aku setuju2 🙂
    tp kebanyakan orang ttp aja masih ada yang nyelonong masuk kesana kemarii.. trus carany bgmn yaaaa.? #berbagi yukkk

    • haha . nggak tau saya caranya .
      karena bukan saya yang nikah dan bukan sebagai petugas disana.. hehehe .

      kalo solusinya mah : butuh ketegasan aja :), ada tim pengawas khusus. itu hanya ide . hehe .

  16. […] Pesta Pernikahan Syar’i. […]

  17. nun says:

    Alhamdulillah kami jg demikian. Bersyukur krn tamu jg cpt adaptasi. Mmg tdk semegah itu krn d rumah tp lnsya Allah ttp khidmat

  18. malay khansa says:

    kapan ya bisa melaksanakan resepsi seperti itu, insyaa Allah.. ^_^

  19. fani lina says:

    Temen2 saya kecewa semua karna mereka ga saya datangi walimahnya. Saya ga bisa, misal pun ga ada kendala. Minimal karna campur baurnya itu, kemudian musik. Lah #curhat.
    Semoga selalu dimudahkan Alloh siapa2 yg mau berbuat untuk kebaikan.

  20. elsa says:

    pengennya nanti juga seperti ini..aamiin 🙂

  21. ummu royya says:

    Anda ingin mengadakan Pernikahan syari Insya Allah serahkan pada kami, kunjungi website kami http://www.pernikahansyari.com/ ummu royya

  22. Sylvi says:

    Jazakallahu khoir katsiran sharing nya….

  23. lee says:

    Ijin reblog boleh?

  24. Fey says:

    MasyaAllah.. jazaakallahu khoiron atas sharenya.. ana mau nanya, kalau untuk foto, apakah akhwat dikhususkan yg foto akhwat juga? Atau tidak ada sesi foto undangan dg pengantin?

  25. Qarnina says:

    Di t4 akhawat (wanita) ada sesi pemotretan juga hanya photografer nya ya wanita juga. ^_^
    Nikah itu mudah dalam Islam.

  26. chy says:

    Alhamdulillaah.. Syukron atas share-nya, smoga kelak bisa mengadakan walimatul ursy yang syar’i 😊

  27. Sandi says:

    Masyaa allah

    Alhamdulillah dikota saya, sudah sering kami buat wedding syari sperti ini,,

    Semoga teman2 yg lain juga bisa bua seperti ini,,

    Salam ukhuwah islamiyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: